Wana Wisata Pantai Pulomerah

"Surganya Surving Pulau Jawa" - Banyuwangi | Photo by : Sunyoto

Foresta Resort Padusan

"Kenyamanan bermalam menikmati suasana Pegunungan" - Mojokerto | Photo Edited by : M. Adam Arsyad

Penantian Sang Surya di Pantai Tanjung Papuma

"Surga di Balik Bukit" - Jember | Photo by : Budi Darjanto

Whirpool Padusan

"Kolam Rendam Air Panas" - Mojokerto | Photo by : Sunyoto

Foresta Resort Tretes

"Penginapan di Kaki Gunung Arjuno - Welirang" - Pasuruan

Selasa, 04 Oktober 2016

TANJUNG PAPUMA MENDAPAT PERINGKAT TIGA TUJUAN WISATA POPULER KEBERSIHAN



   
Situs ayojalanjalan.com telah mengadakan lomba Anugerah Pesona Indonesia 2016 dengan sepuluh kategori lomba. Dalam Anugrah Pesona Indonesia Tahun 2016 ini, Tanjung Papuma mendapatkan juara tiga untuk kategori tujuan wisata terpopuler kebersihannya (most popular cleanliness). Ini menjadi suatu kebanggan sendiri bagi Perhutani. Kedepannya, Perhutani akan mengupayakan peningkatan fasilitas dan mempertahankan predikat yang diterima 
sebagai tujuan wisata terpopuler kebersihannya. Untuk kategori tersebut, juara pertama diperoleh Pantai Nihi Watu di Kabupaten Sumba Barat, dan juara kedua Pantai Ora di Kabupaten Maluku Tengah. Lomba  ini diadakan dari tanggal 23 Mei 2016 sampai Agustus 2016 melalui voting atau mengumpulkan suara dalam survey dengan 4.331 orang atau 8% berasal dari mancanegara seperti, Amerika, India, Canada, dan negara lainnya.


Menurut Ketua Penyelenggara Anugerah Pesona Indonesia 2016, didapatkan voters sebanyak 53.097 orang , dengan 4.331 orang atau 8% berasal dari mancanegara seperti, Amerika, India, Canada, dan negara lainnya.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyerahkan langsung kepada pemenang sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutanny
   

Menteri Pariwisata sangat apresiasi dengan Anugrah Pesona indonesia Tahun 2016 dan menambahkan bahwa pentingnya dunia digital dalam pengembangan pariwisata Indonesia serta mengharapkan provinsi-provinsi di Indonesia terus melakukan pengembangan pariwisata secara digital.


Sabtu, 14 November 2015

Air Terjun Grenjengan


Air terjun Grenjengan yang tinginya  ± 40  meter ini terdapat di dalam kawasan wisata Padusan.

Airnya yang jernih mengalir diantara bentang alam yang ditumbuhi jenis jenis seperti pinus merkusii, bambu, pasang merah, pasang kapur, acacia decurent, serta tegakan pohon rimba campur lainnya.
Satwa yang banyak terlihat di sekitar air terjun Grenjengan antara lain kera, tupai, musang, dan lain-lain dan sering dijumpai pula elang jawa, disamping terdapat rusa yang ditangkarkan.


Jalur menuju air terjun Grenjengan yang berdinding tebing itu menyuguhkan pertunjukan keluarnya air dari dalam tanah diantara akar-akar pohon.


Foresta Resort Tretes


Tretes adalah sebuah Desa di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur tepat nya berada di Lereng Gunung Welirang,Kata Tretes berasal dari kata Air yang menetes hal ini bisa kita lihat adanya sebuah sumber air yang menetes di cela-cela dinding batu. Sejak dulu Tretes di kenal sebagai tempat peristirahatan karena udara nya yang sejuk dan dingin, suhu disini berkisar antara 12-18 derajat celcius. Foresta Resort Tretes yang diresmikan 23 Februari 1971, mulai tahun 2006 dimanfaatkan untuk kegiatan eksternal Perhutani,  mempunyai kapasitas 20 kamar dengan harga sewa mulai dari Rp 300 ribu/nett serta mempunyai 3 ruang meeting (kapasitas 40-250 orang). Foresta Resort Tretes menawarkan Paket Meeting, Paket Outbound, Paket Hiking ke Gunung Arjuno, Gathering, Camping Ground, dll. Kawasan Wisata ini dapat di tempuh  dari arah Surabaya 51 km ke arah Malang. 







Wana Wisata Dlundung


Berada di kawasan wisata Trawas, air terjun ini berketinggian ± 60 meter dan berada dalam balutan hutan alam yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan rimba campur alami. Secara administratif berada di desa Ketapan Rame, kecamatan Trawas, kabupaten Mojokerto dengan jarak dari Kabupaten sejauh 40 km. Merupakan wisata alam  dengan karakteristiknya berupa air terjun.

Aksesibilitas menuju ke WW Dlundung sangat mudah ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 karena letaknya yang hanya berjarak 40 km dari pusat kota Mojokerto, 45 km dari Malang atau 60 km dari Surabaya  dengan akses jalan yang relatif bagus. Jika berangkat dari Sidoarjo melewati Pandaan, masuk ke jalan raya Trawas, lalu berbelok ke arah Dlundung dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.  Ada papan nama cukup besar untuk menuju lokasi ini.  Para tukang ojek siap memberikan petunjuk jika kalau bingung.  Dari jalan raya diteruskan sekitar dua kilometer dengan kondisi jalan menanjak hingga ke pintu gerbang kawasan. Berada di kawasan hutan dengan status Hutan Lindung (HL). Sepanjang perjalanan dari pintu gerbang ke  tempat parkir menuju lokasi air terjun, pengunjung akan menikmati pemandangan alam berupa hutan pinus yang sangat rindang sehinga membuat udara terasa sejuk disertai dengan kicauan burung yang tiada henti silih berganti. Waktu yang ditempuh menuju ke tempat parkir sekitar 10 menit dengan jarak  ± 800 m, dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak menuju ke air terjun sejauh ± 50 m pada jalan yang datar.


Fasilitas yang terdapat di WW Dlundung antara lain : buper, area outbond, toilet, pendopo, mushola, area parker, dll